PERJUANGAN SEORANG AYAH MENGGANTI HATI BUAH HATINYA BAYI KAREN ULY

Spread the love

Oleh: Birgaldo Sinaga

“Papi…lihat lengan anak kita Karen..ada lebam hitam di lengannya. Kenapa ini?”, ucap Tetty Voranika Silalahi dengan nada cemas di balik telepon.

Suaminya Pdt. Adreas Jonto Wardemak Sinaga buru2 pulang dari gereja setelah mendapat kabar ada yang tidak beres pada Karen Uly Gregoria, putri keduanya.

Karen baru berusia 8 bulan. Ia lahir pada awal Agustus 2020. Lahir normal. Berat badan normal. Kelahirannya disambut suka cita keluarga. Mereka tinggal di Balikpapan, Kaltim.

Beberapa hari sejak lahir, ada kelainan pada fisik Karen. Nampak kulitnya kekuningan. Tapi kedua orang tuanya tidak menaruh curiga. Karena Karen tidak rewel dan menangis. Karen cukup dijemur pagi hari.

Waktu berjalan. Bulan berganti. Karen tetap tidak ada perubahan. Lalu, Karen dibawa ke klinik dokter. Oleh dokter diberikan obat dan vitamin. Itu biasa pada bayi. Begitu kata dokter.

Pertengahan September 2020 menjadi hari kelabu bagi Pdt. Andreas Sinaga dan istrinya Tetty Silalahi.

Tetiba di sepanjang lengan tangan bayi Karen timbul lebam hitam yang keras. Juga muncul lebam di lipatan pahanya dan tulang belakang. Juga muncul di wajahnya. Ayahnya menyangka karena sebelum kerja menggendong dan sedikit gemes. Jadi ada gesekan dengan tangannya.

Tapi kondisi Karen semakin memburuk. Tetiba Karen tersedak dan muntah. Wajahnya pucat pasi. Nafas tersengal. Tidak ada respon saat disentuh. Bayi Karen segera dibawa ke RS Hermina, Balikpapan. Masuk Lab. Diperiksa semua kondisinya. Hasilnya terkena atresia bilier.

RS Hermina kemudian merujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitas medisnya. Bayi Karen dipindah ke RSKD Balikpapan. Di sana peralatan lebih lengkap.

Hasil pemeriksaan RSKD, sama saja, Karen terkena atresia bilier. Liver atau hati bayi Karen sudah mengeras. Sirosis. Livernya sudah tidak berfungsi lagi. Akibatnya semua racun dari makanan masuk ke dalam darah. Itu sebabnya kulit Karen tampak kuning.

Menurut dokter, atresia bilier ini bawaan lahir dari bayi Karen. Sejak lahir empedu dan saluran ke hati tidak lengkap. Akibatnya semua racun dari ASI yang diproses di hati menumpuk. Tidak bisa disalurkan ke empedu.

“Rasanya dunia mau runtuh saat mendengar penyakit anakku Bang Bir”, ucap Andreas di balik telepon pagi ini. Suaranya berat. Ia menghela nafas. Tetty Silalahi sangat terpukul. Dua minggu dirinya menutup diri dari luar. Ia merasa Tuhan tidak berpihak padanya.

Andreas menikah dengan gadis pujaan hatinya Tetty pada 2016. Andreas berasal dari Dolok Sanggul, Sumut. Tetty dari Tiga Ras, Simalungun.

Andreas kuliah di salah satu sekolah tinggi teologia Jakarta. Tetty kuliah di STT di Batu, Malang. Mereka bertemu saat Andreas studi banding di Malang.

Pagi ini saya menelepon Andreas. Beberapa waktu lalu, ia mencoba menghubungi saya. Seorang kerabat tokoh Marga Sinaga di Jambi memberikan nomor saya padanya. Ia menghubungi saya. Baru tadi pagi saya bisa kontak dengannya.

“Terus terang bang…banyak biaya yang diperlukan untuk operasi ganti hati Karen. Saya minta tolong Bang”, ujar Andreas pelan.

Desember 2020, Andreas dan istrinya memutuskan berangkat ke Jakarta. Seorang dokter bernama Pinondang Sinaga merekomendasikan ke RSCM Jakarta.

Di Jakarta, mereka tinggal di rumah singgah Bamuis BNI. Atas kemurahan hati Bamuis BNI, mereka hanya membayar listrik saja. Hampir 4 bulan tinggal di sana.

Dua minggu lalu, Andreas dan keluarganya pindah ke sebuah apartemen di bilangan Kalibata. Kata dokter, bayi Karen harus tinggal di ruangan berAC. Agar kondisi tubuhnya semakin bugar. Mereka menyewa bulanan apartemen itu.

“Kata dokter, lingkar lengan Karen ukurannya harus 13 dan beratnya harus 8 kg baru bisa dioperasi ganti hati. Sekarang lingkar lengannya baru 11 dan beratnya 6.5 kg”, ucap Andreas.

Bayi Karen mendapat donor hati dari ayahnya sendiri. Golongan darahnya cocok dengan bayi Karen. Golongan darah A. Hati Andreas akan diambil lalu dicangkokkan ke Karen.

Jika, sukses hati Karen akan bertumbuh normal. Fungsi hatinya akan berfungsi kembali. Persis seperti Dahlan Iskan yang puluhan tahun silam operasi ganti hati di Tiongkok.

Berapa persen kemungkinan sukses?

Menurut Andreas, bayi Karen adalah bayi yang ke 64 dalam daftar transplant hati. Sejak 2014, dokter di RSCM sudah mampu melakukan transplant hati. Sebelumnya banyak operasi dilakukan di Tiongkok. Dari data yang ada di RSCM, hampir 80an persen cangkok hati pada bayi berhasil.

Dari mana biaya operasi cangkok hati itu?

Andreas mengaku, dari BPJS hanya sanggup menalangi 200an juta. Andreas mengambil asuransi BPJS kelas 1.

Sementara biaya yang dibutuhkan mencapai milyaran rupiah. Menurut Andreas, pihak RSCM bekerja sama dengan pemerintah untuk menalangi sebagian biaya. Selebihnya dari keluarga.

Kini, Andreas tidak bekerja. Ia hanya pendeta muda di Balikpapan. Ia fokus mengurus persiapan operasi Karen di Jakarta.

Perkumpulan marga Sinaga di Kaltim memberikan sumbangan puluhan juta untuk memberangkatkan Andreas dan keluarganya ke Jakarta.

“Minta tolong Bang Bir…mohon kemurahan hati teman2 Bang Bir”, ucap Andreas lirih di telepon.

Saya menyanggupi permintaannya. Sudah lama saya menolak permintaan banyak orang agar saya menulis kesusahan orang.

Tapi kali ini hati saya tersentuh. Sebagai seorang ayah, saya membayangkan putri saya sendiri. Seorang ayah, tidak akan diam membiarkan putrinya sekarat. Apapun akan diperjuangkannya. Sekalipun dengan nyawanya sendiri.

Teman2 yang baik…

Jika teman2 berkenan…bisa memberikan kemurahan hati pada keluarga ini.

Bisa mengirimkan bantuan langsung ke rekening ayahnya di bawah..

Pdt. Andreas Jonto Wardemak Sinaga
No rek BCA : 2731768988
a.n Jonto Wardemak Sinaga

Masukkan dua angka terakhir 88 saat mentransfer donasi.

Misal, Rp. 100.088,-

Bukti transfer kirimkan ke WA Pdt Andreas Jonto Sinaga di nomor

+62 812-1333-4379

Terimakasih untuk segala kebaikan dan kemurahan hati teman2 semua.

Semoga Tuhan memberkati.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga

Terraadmin

Situs ini dibuat atas dasar ide dan gagasan dari Bang Birgaldo Sinaga. dan di kelola oleh admin : Iskandar,S.Kom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *